274 Pendaftar PTPS, Di Panwascam Bumi Agung Didomnasi Perempuan

274 Pendaftar PTPS, Di Panwascam Bumi Agung Didominasi Perempuan

 fakta7.com Waykanan – 15 Sekretariat Panwascam di Kabupaten Waykanan mulai merekrut calon pengawas tempat pemungutan suara (PTPS), sesuai jadwal yang diberiukan Bawaslu setempat pendaftaran PTPS mulai 2-6 Januari 2024.

Para pendaftar PTPS sejak kemarin mulai menyerahkan berkas dan juga wawancara bagi calon pengawas TPS.

“Setelah tahap sosialisasi, kemarin hari pertama pendaftaran dan penerimaan berkas calon PTPS di masing-masing Sekretariat Panwascam yang ada di Kabupaten Waykanan, untuk melengkapi jajaran pengawas Pemilu tahun 2024 sampai tingkat TPS,” kata Sigit Dwi Suwardi, Kordiv SDMO Bawaslu Waykanan, Rabu  (3/1/2024).

Bagi para pendaftar yang berkasnya dinyatakan lengkap oleh panitia, melakukan tahapan wawancara.

“Berkas pendaftaran yang dinyatakan lengkap dan tidak terdaftar didalam Sipol dapat lanjut ke tahap wawancara oleh Panwascam atau dihari selanjutnya karena tahap wawancara berlangsung sejak tanggal 2-17 Januari 2024,” ujarnya.

Antusias masyarakat Kabupaten Waykanan untuk terlibat dalam proses Pemilu 2024 sebagai pengawas TPS cukup tinggi, hal tersebut dapat diketahui dari banyaknya pendaftar dihari pertama hingga hari ini, jumlahnya sudah mencapai 274 pendaftar.

Ketua Bawaslu Waykanan, Sukindra melakukan monitoring pendaftaran calon PTPS di Kecamatan Bumi Agung yang didominasi oleh kaum perempuan.

“Rekruitmen calon Pengawas TPS ini dilakukan oleh Panwascam bersama PKD, Bawaslu Kabupaten maupun provinsi hanya melakukan monitoring saja, yang bertujuan memastikan semua tahapan rekruitmen dilakukan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” kata dia.

Di Kecamatan Bumi Agung, kemarin terdapat 17 pelamar calon PTPS dengan keterangan 7 lelaki dan 10 perempuan.

“Lebih banyak pelamar perempuan dari lelaki,  pada hari pertama pendaftaran, ya mudah-mudahan pelamar akan lebih banyak mengingat waktu pendaftaran masih sampai 6 Januari 2024 nanti,” kata Sukindra.

Tinggalkan Balasan

error: Beita Milik GNM Group Harap Izin