Musrenbang di Banjit, Bupati Waykanan Ketengahkan Isu Strategis Tahun 2024

Musrenbang di Banjit, Bupati Waykanan Ketengahkan Isu Strategis Tahun 2024

Ali Hanapiah

Laporan : Ali Hanapiah

Fakt7.com || Waykanan – Ekonomi Waykanan masih dalam proses pemulihan, tingkat kemiskinan masih terus diusahakan diturunkan, pada Tahun 2022 mencapai 11,76% turun sebesar 1,33% dari tahun 2021, namun masih diatas tingkat kemiksinan rata-rata Provinsi Lampung sebesar 11,57%.

Bupati Wayakanan, Raden Adipati Surya mengungkapkan hal itu saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan, di gedung serba guna (GSG) Kecamatan  Banjit, Waykanan, Lampung, Kamis (16/02/2023).

Musrenbang tingkat kecamatan di Banjit yang merupakan Musrenbang terakhir setelah 14 kecamatan lain usai laksanakan acara serupa.

“Beberapa isu strategis yang masih akan kita hadapi pada Tahun 2024, antara lain Perekonomian Kabupaten Waykanan yang masih dalam proses pemulihan, tingkat kemiskinan masih terus kita usahakan diturunkan. Penurunan kemiskinan kita masih diatas tingkat rata-rata Provinsi Lampung yaitu sebesar 11,57%,” kata Adipati.

Menurutnya, guna mencapai visi, misi, tujuan dan sasaran program yang telah ditetapkan dalam RPJMD Way Kanan Tahun 2021-2026, maka diselenggarakan Musrenbang tingkat kecamatan, sebagai lanjutan musrenbang Tingkat Kampung, yang merupakan bagian penting dalam rangka mencari masukan untuk penyusunan perencanaan pembangunan Tahun Anggaran 2024.

 Oranf nomor satu di Waykanan itu menjelaskan, peningkatan kualitas SDM Kabupaten Waykanan pada Tahun 2022 sebesar 68,04 poin, masih berada dibawah IP Provinsi Lampung, sebesar 70,45 poin.

“Peningkatan kualitas lingkungan hidup serta peningkatan kualitas birokrasi, baru mencapai 51,43 poin,” kata dia.

Kecamatan Banjit, kata Adipati,  berdasarkan nilai Indeks Desa Membangun (IDM) tahun 2021 baru mencapai 0,6305 kategori berkembang meningkat, pada tahun 2022 mencapai 0,6593 kategori berkembang, saat ini terdapat satu kampung maju dan 18 kampung berkembang. Dan Capaian tersebut  lebih rendah dari nilai IDM Kabupaten Waykanan yaitu 0,6912.

 “Berbagai upaya yang telah dilakukan oleh Pemda di Kecamatan Banjit pada Tahun 2022, antara lain tata kelola pemerintahan berupa Dana Desa untuk 19 Kampung, dan penanganan kemiskinan dalam perlindungan sosial berupa PKH untuk 3.082 KPM, BPNT untuk 38.789 Penerima serta bansos minyak goreng untuk 4.763 Penerima,” katanya.

Mengingat banyak dan kompleksnya berbagai persoalan pembangunan Tahun 2024, bupati meminta kepada Kepala Kampung, agar melakukan penyelenggaraan Pemerintahan dalam mengelola permasalahan pembangunan harus terpadu.

“Khusus untuk kampung yang belum melaksanakan penegasan dan penetapan batas Kampung, agar terus menjadi prioritas, hal ini bertujuan agar tertib administrasi Pemerintahan semakin baik. Serta memilih program-program yang langsung menyentuh masyarakat tentunya yang dapat meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat,” ujar dia.

Pada kesempatan tersebut, Bupati  juga menyerahkan hibah barang milik daerah berupa ruas jalan kepada Kampung Simpang Asam, Kampung Menanga Siamang, Kampung Argomulyo dan Kampung Bali Sadar Utara, masing-masing satu ruas jalan.

Diminta untuk dicatat dalam neraca asset Kampung, agar Pemerintah Kampung dapat memperbaiki atau meningkatkan asset tersebut melalui Anggaran Belanja Kampung.

Editor : Kan’s

Penulis

Tinggalkan Balasan

error: Beita Milik GNM Group Harap Izin