Diduga Ketua P3A Rantau Jaya Bohong, Pekerjaan P3TGAI Tanpa Pasir Urug

Read Time:1 Minute, 35 Second

 

Diduga Ketua P3A Rantaujaya Bohong, Pekerjaan P3TGAI Tidak Gunakan Pasir Urug

Laporan : Baiki

Fakta7.com | Waykanan –Pembangunan saluran irigasi BN 1 Wayumpu Kampung Rantau Jaya Kecamatan Banjit, Waykanan Lampung  tidak memenuhi standar pekerjaan, pasalnya pemasangan precast atau cor balok pada Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air lrigasi (P3-TGAI), tidak menggunakan pasir uruq.

Program pembangunan P3TGAI yang dilaksanakan  P3A Kampung Rantau Jaya itu dikerjakan asal jadi, bahkan dari awal pelaksanaan pembuatan precast sudah dikerjakan asal-asalan. Namun sayang proyek dengan leading sector Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sekampung Masuji Lampung itu tanpa adanya pengawasan, dengan menelan dana APBN sebesar Rp195 juta, tahun anggaran 2022, dengan system padat karya.

Proyek yang bertujuan menyejahterakan petani pengguna saluran irigasi persawahan, dan masyarakat setempat, diduga hanya sebagai ajang mengeruk keuntungan pribadi bagi pengelolanya.

Data informasi yang diterima tiem fakta7.com, seharusnya pelaksanaan pembangunan saluran irigasi dibentuk berbagai macam tim dari Balai Besar Sekampung Masuji, dengan pengawasan PPK TPM dan TPK dan turut peranserta Kepala Kampung, selaku pemantau kegiatan dan bertanggung jawab dalam pelaksanaan pembangunan irigasi P3 TGAI

Dalam pelaksanaannya, program P3TGAI di Kampung Rantaujaya yang dikerjakan oleh P3A Tunas Harapan itu, tidak mengikuti petunjuk tehnik gambar, mulai dari pembuatan  precast tidak mengikuti standar nasional indonesia / SNI. Adukan yang digunakan justru lima ember pasir enam ember batu seplit ditambah setengah sak semen, sedangkan  secara Teknik diwajibkan memakai 321 sistem adukan.

Pemasangan lantai precast tidak menggunakan pasir urug, guna kesetabilan tanah sebagai kedudukan precast dinding dan lantai.

Ketua P3A Kampung Rantaujaya, Sardi mengaku pembuatan Cor beton precast sudah maksimal dan kuat, mengenai pemasangan lantai irigasi, yang seharusnya menggunakan pasir urug, diakuinya tidak ada dalam gambar.

“Tidak ada dalam gambar, tidak semuanya kita kasih pasir urug, paling 50 meter yang dipasang ditempat titik -titik  rawan saja, “ kata dia.

Sementara dari pantauan tiem fakta7.com di lapangan, tidak sesuai dengan keterangan diberikan ketua P3A tersebut, sepanjang irigasi yang dipembangun tidak ditemukan pemasangan pasir urug, dibawah precast lantai.

Editor : Kancha Raja

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Tersandung Narkoba, Ari Saputra Digantikan Adi Wijaya Sebagai Anggota DPRD Waykanan
Next post Longsor di Register Bukit Punggur, Puluhan Hektar Kebun Kopi Tertimbun Tanah